BUKTI CINTA KEPADA RASULULLAH

adminNN

Oleh: Thufailah Mujahidah

Sebelumnya, izinkan aku untuk membawakan salah satu cerita dari buku Islam The Faith of Love and Happiness” karya Haidar Bagir, yaitu tentang wanita tua yang selalu membersihkan halaman masjid dengan mengambil dedaunan yang berjatuhan. Suatu hari, jemaat masjid tersebut merasa kasihan kepada wanita tua tersebut sehingga mereka berinisiatif untuk membersihkan halaman masjid dari dedaunan. Kemudian, ketika wanita tua itu datang ke masjid dan mendapati bahwa halaman masjid telah bersih, ia kaget dan menangis. Lho, kok menangis? Iya, berikut jawaban dari wanita tua itu:

“Saya sudah tua, tidak ada yang bisa saya lakukan untuk Nabi tercinta. Itu sebabnya aku mengambil daun untuk membersihkan halaman masjid ini… Setiap kali saya mengambil daun, saya mengirim salawat ke Rasulullah. Sekarang saya baru saja kehilangan salah satu kesempatan untuk mengekspresikan cinta saya kepadanya …”

Setelah membaca cerita tersebut, hatiku terenyuh dan bertanya pada diri ini, “Dengan napas yang masih Allah izinkan untuk berhembus hingga detik ini, bagaimana kamu membuktikan cintamu pada Rasulullah SAW? Apakah cinta itu benar-benar tulus dari dalam hati atau hanya sekadar terucap dari bibir saja?

Terkadang aku takut dengan pertanyaan di alam kubur nanti, di mana salah satunya menanyakan tentang, “Siapa nabimu?” Aku sadar bahwa aku tidak bisa berbohong atas perasaan cinta ini, karena cinta itu tumbuh dari hati.

Namun demikian, aku kembali memikirkan bahwa Rasulullah sungguh sosok yang penuh cinta, sampai-sampai di akhir hayatnya pun Beliau masih memikirkan umatnya. “Umatku, umatku, umatku”. Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Pada hari akhir kelak Rasulullah pun masih mengingat umatnya, “Umatku, umatku… Datanglah kepadaku, ayo pergilah kepadaku sehingga semua syafaatku dapat diselamatkan dari azab-Nya, dan kalian semua akan masuk surga.”

Dengan segala cinta yang Rasulullah curahkan untuk umatnya, bagaimana bisa cinta itu tidak tumbuh dalam hati kita sebagai umatnya?

Lalu, bagaimana cara membuktikan rasa cinta kepada Rasulullah? Kita dapat mengirimkan salawat kepada Beliau, seperti halnya yang dilakukan oleh wanita tua pada cerita di atas. Karena Allah bersama dengan para malaikat-Nya mengirimkan salawat kepadanya, maka perintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk mengirim salawat kepadanya juga.

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (Al ‘Imran 3:31).

DAFTAR PUSTAKA

Bagir, H. (2019). Islam The Faith of Love and Happiness. Jakarta: Noura Publishing, PT Mizan Publika (Member of IKAPI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BENARKAH CINTA?

Bukankah sang pecinta akan selalu setia pada yang dicinta?Bukankah sang pecinta akan meniru dan menyukai apa yang disukai yang dicinta?Bukankah sang pecinta akan selalu membela dan percaya pada yang dicinta? Lantas.. sudah jujurkah ungkapan kata yang mengaku bahwa “aku mencintai Rasulku”?Sudah sejauh mana kita mengenalnya?Sudah sesering apa kita mengingatnya?Sudah sebanyak […]

Subscribe US Now

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial