Delapan Tahun Kunci

adminNN

Oleh: Alifian Nur Ihsan

            Mempersiapkan segala sesuatu hendaknya berorientasi kepada hasil karena dengan begitu pastilah diusahakan jalan atau cara sebaik-baiknya. Terngiang tentang hasil akan menjadikan manusia bersemangat mencapai tujuannya.

            Apabila manusia saja bersungguh-sungguh mempersiapkan yang terbaik, bagaimana Allah sang Tuhan semesta alam ketika menghendaki salah seorang hamba-Nya menjadi yang terbaik meliputi segala aspek?

“Allah telah mendidik Nabi Muhammad menjadi sebaik-baik manusia, Allah telah siapkan Nabi Muhammad menjadi manusia terbaik dalam periode tak sebentar, Allah sudah bocorkan rencana pendidikan sebaik-baiknya, tinggal manusianya saja ingin mengambil pelajaran atau tidak”, kata seorang diluar sana

            Maka penting bagi seorang muslim untuk memahami bagaimana Nabi Muhammad dididik Allah, bagaimana memahami segala sesuatu kemudian mengambil hikmahnya dan dijalankan. Allah telah memulai pendidikan itu dari kematian sang ayah.

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim lalu Dia melindungimu?” (QS. Adh-Dhuha: 6)

            Bila ditelisik lebih dalam lagi, Ayahnya meninggal ketika Nabi Muhammad masih dalam kandungan, lalu ketika usianya enam tahun sang ibunda meninggal, lalu pengasuhan jatuh kepada sang kakek yaitu Abdul Muthalib , periode ini pun tidak lama, karena hanya dua tahun atau tepatnya ketika nabi berusia delapan tahun, sang kakek dipanggil Allah. Hikmah apa yang bisa diambil dari kejadian ini? Jawaban sederhananya adalah “ Rasulullah tidak Allah biasakan untuk bergantung kepada makhluk-Nya, tapi Allah biasakan untuk bergantung kepada-Nya semata”.

            Dalam masa ketika lahir menuju empat tahun, Rasulullah diambil oleh sang ibu susu, yaitu Halimatus Sa’diyah, tabiat bangsa Quraisy memang demikian, bayi yang baru lahir harus disusui oleh seorang yang berasal dari badui. Karena saat itu Makkah sangat tidak kondusif untuk membesarkan seorang bayi, dikhawatirkan sang bayi akan mengalami kesulitan berbahasa secara baku dan sulit menghirup udara yang baik.

            Kisah Halimah pun perlu menjadi perhatian, bagaimana setelah dikaruniai anak susuan bernama Muhammad, hidupnya berubah menjadi berkah, semula kurang menjadi kecukupan bahkan muncul kegembiraan dan ketenangan. Keberkahan itu berimbas kepada sang ibu susu, Halimah yang benar-benar diliputi kejadian tak terbayang sebelumnya. Ajaib.

            Pun ketika menyusui, Rasulullah kecil tidak ingin mengambil jatah saudara sepersusuannya yang bernama Damrah. Hal itu terbukti ketika Rasulullah diberikan bagian satunya, Muhammad kecil langsung menutup mulutnya dan tidak mau mengkonsumsinya, sungguh inilah didikan terbaik yang pasti suatu saat dapat ditemukan rahasianya.

            Berikutnya, Muhammad kecil tinggal Bersama sang ibu ketika usia empat tahun, masa ini pun tidak lama karena memang Allah didik Rasulnya untuk tidak bergantung pada siapapun, dua tahun adalah masa yang sebentar dan tidak begitu meninggalkan jejak untuk menumbuhkan ketergentungan.

Berikutnya masa pendidikan kakeknya. Pada masa ini pun banyak ditemui hal-hal yang menarik perhatian, namun sayang hal ini tidak terlalu terekspose,atau mungkin kaum muslimin yang enggan mendalami seorang yang mengaku idolanya.

Saya akan menceritakan satu hal saja, kurang lebih begini ceritanya.

“Abdul Muthalib adalah seorang pembesar Quraisy, ia memiliki tempat duduk di sisi kakbah yang siapapun bahkan anaknya dilarang duduk di kursi itu. Menariknya ketika Muhammad kecil dan bermain lalu duduk di kursi itu, sang kakek hanya tersenyum sambal berujar, biarkan cucuku duduk disitu, karena kelak ia akan menjadi orang besar”

            Poin apa yang bisa kita ambil dari sini? Setidaknya poin ini cukup untuk menjadi bekal kalian yang hendak berkeluarga, yaitu tentang memberi sugesti positif atas tabiat dari anak-anak yang hobbynya bermain, karena bermain bagi anak-anak adalah sebuah kewajiban mutlak, tinggal bagaimana orang tua yang cerdas membawanya bermain dan mendidiknya dengan kata-kata yang baik pula.

Menjadi hikmah tersendiri ketika Rasulullah muncul dari golongan pembesar yang punya kehormatan, sehingga kenabiannya tidak dituduh untuk mencari jabatan dan kedudukan karena sudah menjadi pengetahuan umum bahwa saat itu bangsa arab sangat menjunjung kehidupan berkasta.

            Menjadi hikmah tersendiri ketika rasulullah muncul dari golongan “Ummiy”, karena ia otomatis terbebas dari tuduhan menduplikasi atau melakukan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) terhadap Al-Qur’an.

            Menjadi Hikmah tersendiri ketika rasulullah muncul dari bangsa arab, bangsa yang mandiri tanpa pengaruh dari dua peradaban besar yaitu Romawi dan Persia, lalu bangsa yang menjadi tempat ramai dan segala keunikannya. Karena dengan begitu, maka rasulullah akan sering melakukan perjalanan dan memetik ilmu darinya, sehingga memahami tabiat dari kedua peradaban itu dan menjadi bekal untuk melakukan penaklukan-penaklukan yang spektakuler.

            Menjadi hikmah tersendiri bahwa segala yang Allah siapkan menuju kenabian Muhammad. Jikalau membaca sekilas delapan tahun saja sudah menggugah, bagaimana jika mendalami empat puluh tahun persiapan sang manusia mulia?

Wallahu Alam

Keterangan tambahan : Muhamad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Ismail bin Ibrahim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

AKU YANG MERINDUKAN-MU

Oleh : Ummul Chairat Rais Ya Rabbi Hati hamba-Mu sangat lemah Jiwa hamba-Mu sangat lemah Raga hamba-Mu ini pun sangat lemah Ya Rabbi Tuhanku yang maha kuat Ku mohon kuatkanlah Hambamu yang hina dan sungguh lemah ini Istiqomahkanlah hati ku pada–Mu Ya Rabbi Aku sungguh rindu kepada-Mu Rindu berdua dengan-Mu […]

Subscribe US Now

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial