Ekonomi Haji: Bukti Islam Berkah Bagi Semua

Setiap umat Islam di dunia berkeinginan untuk melakukan rukun Islam yang ke-5, yaitu menunaikan ibadah haji. Pergi haji merupakan kewajiban umat muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Pergi haji wajibnya dilakukan satu kali seumur hidup.

Allah berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 97:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali-Imran: 97)

Ibadah haji selain merupakan ibadah ritual yang mencakup berbagai kegiatan fisik dan spiritual, juga merupakan aktifitas ekonomi yang membutuhkan kapasitas finansial yang relatif besar. Rangkaian ibadah haji memberikan gambaran miniatur ajaran islam yang tidak memosisikan dunia selalu berlawanan dengan akhirat. Haji memberikan gambaran praktis bagaimana dunia difungsikan sebagai tangga menuju keridhaan Allah dan jembatan menuju akhirat.

Keberkahan ekonomi haji adalah ritual ibadah yang memiliki dampak luar biasa, baik spiritual maupun ekonomi. Dalam surat al-Hajj ayat 28 Allah menyebutkan bahwa di antara maksud dan tujuan penyelenggaraan ibadah haji adalah agar umat manusia menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka. Para ulama tafsir menyebutkan diantara manfaat yang disaksikan dalam ibadah haji adalah manfaat perniagaan yang terjadi dalam musim haji. Dari ibadah haji banyak usaha bisnis yang mendapatkan keuntungan atau keberkahan seperti dunia penerbangan, kendaraan/angkutan darat, perhotelan, makanan dan minuman, telekomunikasi, industri garmen dan tekstil untuk kain ihram dan lainnya.

Manfaat perniagaan dalam musim haji bukan hanya umat islam yang mendapatkan keberkahan, ekonomi haji membawa keberkahan bagi semua kalangan. Sebagai contoh: Yang paling besar mendapatkan benefit haji adalah non muslim. Kenapa begitu? Mari kita ulas satu persatu.

Pertama, pergi haji umumnya menggunakan alat transportasi pesawat untuk umat muslim yang tempat tinggalnya jauh dari Mekah dan Madinah, pesawat yang digunakan adalah pesawat boeing yang berasal dari Amerika Serikat dan airbus yang berasal dari Korea Selatan dimana 30% dana haji masuk ke kantong perusahaan tersebut yang notabene pemiliknya adalah non muslim.


Kedua, bus yang dipakai oleh jamaah haji bermerk mercedes berasal dari Jerman, hyundai berasal dari Korea Selatan dan volvo berasal dari Swedia.


Ketiga, hotel terbesar yang ada disekitar ka’bah dan masjid nabawi adalah hotel intercontinental yang pemiliknya pun orang yahudi dari negara Swiss.


Keempat, kereta dengan kecepatan tinggi Haramain yang menghubungkan Mekah dan Madinah berasal dari Spanyol.


Kelima, nasi yang menjadi makanan pokok orang Asia Tenggara terlebih Indonesia, menjadi konsumsi saat haji berlangsung dan paling banyak diimpor dari Thailand.


Keenam, pisang yang sering dimakan bersamaan dengan lauk pauk para jemaah haji berasal dari Ekuador, sedangkan produsen anggur jemaah haji berasal dari Prancis.


Ketujuh, kain ihram yang digunakan oleh jemaah haji kebanyakan berasal dari China, Vietnam, dan Kamboja.


Kedelapan, handphone yang dipakai para jemaah haji untuk menghubungi sanak saudara rata-rata berasal dari Amerika, China dan Korea. Sinyal internet yang dipakai milik Amerika.


Kesembilan, air zam-zam adalah milik umat muslim. Namun, taukah kamu kalau dirigen yang biasa digunakan menjadi wadah untuk air zam-zam berasal dari China?

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa dari lini yang paling pokok pun yang di konsumsi oleh jemaah haji berasal dari negara non muslim. Oleh karena itu, haji merupakan contoh konkret dimana orang-orang di luar umat muslim mendapatkan berkah. Malah jika dilihat dari setiap lini yang sudah dipaparkan, muslim hanya mendapatkan keberkahan materi yang sedikit, atau dengan kata lain umat muslim yang rugi.

Padahal haji merupakan rukun islamnya umat muslim, haji merupakan warisan umat muslim, haji merupakan syariat umat muslim, dan haji merupakan risalah dari Rasulullah. Namun, kita mendapatkan berkah sedikit sedangkan orang lain mendapatkan berkah yang lebih banyak. Maka, siapa yang salah? “KITA SEMUA (Umat Muslim)”.

Untuk mencapai manfaat yang lebih besar dari potensi ekonomi haji, sebaiknya umat muslim mengelola lebih komprehensif dan teratur di masa depan. Tidak saja dengan mengelola keuangan haji semata, tetapi juga mengelola dan mengembangkan sektor terkait kebutuhan haji secara lebih terintegrasi.

Allah berfirman dalam surat Ar-Ra’d ayat 11:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَال

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Ra’d ayat 11).

Daftar Pustaka

BBC NEWS. (2018, September 26). Arab Saudi Resmikan Kereta Cepat Yang Hubungkan
Mekkah dan Madinah
. Retrieved bbc.com

Kompasiana. (2015, Juni 26). Keberkahan Ekonomi dan Dilematika Haji. Retrieved
kompasiana.com


Kompasiana. (2016, Maret 1). 9 Hotel terdekat dengan Pemandangan Ka’bah dan
Majidil Haram Langsung dari Kamar Jendela
. Retrieved kompasiana.com


Lubis, F. (2019, Juli 15). Tipe Pesawat Pengangkut Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Suci.
Retrieved liputan6.com


Mustinda, L. (2019, Agustus 23). 5 Rukun Islam dan penjelasan yang wajib diketahui umat muslim. Retrieved from detik.com.


Pangestu, W. (2019, Januari 07). Standarisasi Kain Ihram Digodok Pemerintah. Retrieved from Bisnis.com.

Post Author: adminNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *