IMAN BERSEMI DI PANDEMI

adminNN

Oleh: Nurul Alfyasmin

Hari ini begitu banyak orang membahas tentang bagaimana sebuah virus yang berbahaya mampu mengubah hidup seseorang, yang tadinya suka berbuat maksiat, menjadi suka berbuat kebajikan, dan lain sebagainya. Kemudian, kita juga akan membahas kegiatan-kegiatan unik selama mengikuti anjuran pemerintah untuk di rumah aja.
     Corona virus Diases 19 atau yang dikenal sebagai Covid-19 adalah sebuah virus baru yang merupakan hasil evolusi dari corona virus sebelumnya, yaitu SARS. Oleh sebab itu, Covid -19 ini juga dikenal sebagai SARScov2 oleh beberapa peneliti di dunia. Covid-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, dan sekarang ini sudah menyebar ke seluruh dunia. Covid-19 menyebar melalui dua cara, yaitu melalui droplet, atau cairan yang keluar saat batuk dan bersin, dan melalui formite, atau muntah dari penderita Covid-19, sehingga virus ini dapat menyebar dengan mudah dikarenakan ke dua hal tersebut, baik droplet maupun formite dapat menempel pada benda padat.
      Oleh karena itu WHO, selaku badan kesehatan dunia menetapkan Covid-19 ini sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020 yang lalu. Kemudian di Indonesia sendiri, kasus pertama Covid-19 ditetapkan pada tanggal 2 Maret 2020 setelah 2 orang di daerah Depok, Jawa Barat, didiagnosis terkena Covid-19 setelah berhubungan langsung dengan seseorang dari luar negeri yang dipercaya juga telah tertular Covid-19 sebelum ia datang ke Indonesia. Dari ditetapkannya kasus pertama hingga saat ini, tercatat sudah lebih dari 1500 orang terinfeksi Covid-19 ini, sehingga pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menganjurkan masyarakat untuk bekerja dari rumah. Kebijakan itu juga di dukung dengan menutup sekolah dan beberapa kantor pelayanan masyarakat, sehingga diharapkan masyarakat dapat mengisolasi diri secara mandiri di rumah masing-masing.
      Selama mengisolasi diri dirumah, ada banyak kejadian-kejadian unik yang dilakukan oleh masyarakat dan disebarluaskan melalui sosial media, yang mungkin bisa menjadi refleksi bagi diri kita sendiri, salah satunya adalah kelompok masyarakat yang ‘bandel’ dan merasa kalau Covid-19 ini bukanlah penyakit berbahaya sehingga tidak perlu takut mati karena Covid-19 ini.
       Kelompok masyarakat yang ‘bandel’ ini muncul pertama kali ketika Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menganjurkan warga DKI Jakarta untuk berada di rumah saja guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Kelompok masyarakat ini mengungkapkan hinaan bahkan ada yang mengkafirkan orang-orang yang mengikuti anjuran dari Gubernur DKI Jakarta tersebut. Mereka mengeluarkan statement yang cukup unik, yaitu “Takut itu kepada Allah, bukan kepada Corona.” dan “Mati itu ditangan Allah, jadi tidak perlu takut pada Corona”, sehingga tak ayal statement ini juga menjadi bahan olok-olokan di media sosial bagi bagi sebagian masyarakat lainnya.
     Lalu apa tanggapan kita sebagai seorang muslim terhadap statemen tersebut? Kita cukup mensyukuri saja, sebab kapan lagi ada sekelompok masyarakat yang mengingatkan kita pada takdir Allah, khususnya kematian. Selain itu dari statemen mereka ini kita juga belajar kalau Allah subhannahu wa ta’ala mengajarkan kita untuk berikhtiar selain daripada bertawakal. Bentuk ikhtiar kita di tengah pandemi Covid-19 adalah dengan cara mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah saja guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebagaimana diajarkan oleh Amirul Mukminin Umar Ibn Khattab yang memutuskan untuk kembali ke Madinah ketika mengetahui wilayah yang akan di kunjungi Umar Ibn Khattab beserta para sahabat lainnya sedang terkena wabah Thaun.
        Selain itu Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga mengajarkan kepada umatnya untuk menjauhi daerah yang terkena wabah, dan apabila wilayah tempat tinggal umat islam yang terkena wabah, Rosulullah meminta umatnya untuk tidak pergi dari wilayah tersebut. Dari sini kita mengetahui bahwa wabah seperti ini pernah ada di zaman Rosulullah dan para sahabat, sehingga apalagi yang bisa kita lakukan selain mengikuti anjuran pemerintah yang sekaligus menjalankan sunnah daripada Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam untuk tetap berdiam diri dirumah hingga Allah subhannahu wa ta’ala mencabut Covid-19 dari bumi ini.
        Kemudian ada sebuah kisah yang pernah viral dari seorang mahasiswa asal Indonesia yang tertinggal di Cina pada saat evakuasi. Disana ia bercerita tentang dirinya yang merasa sangat takut, sebab saat itu hanya ada dia seorang diri di asrama, sementara teman-temannya sudah banyak yang di evakuasi kembali ke Indonesia. Dia juga menceritakan bahwa dirinya jarang sekali melaksanakan sholat sebelum terjadinya wabah, namun dengan adanya Covid-19 ini ia menjadi rajin sholat bahkan yang sunnah pun tidak luput darinya. Dari rasa takutnya terhadap kematian yang disebabkan Covid-19, dia memutuskan untuk kembali kepada jalan kebenaran, kembali kepada islam dengan memperbaiki hubungannya dengan Allah melalui sholat.
            Kisah lainnya datang dari Palestina, dimana ada seorang dokter asal Palestina untuk pertama kalinya bersatu bersama dokter-dokter asal Israel untuk menjaga warga kedua negara tersebut dari serangan Covid-19, dan dari kabar yang didapat dari portal berita untuk pertama kalinya juga Israel mengizinkan warga Palestina untuk sholat dan berdoa didalam Masjidil Aqsa dengan aman dan leluasa. Sungguh pemandangan yang luar biasa bukan? Allah menguji manusia hanya dengan virus yang kecil, namun mampu membuat manusia kembali kepada jalan kebenaran. Virus yang kecil itu mampu membuat manusia menghentikan perang dan bahkan saling tolong-menolong serta saling menjaga satu sama lain.
      Bukan hanya kejadian kembalinya manusia kepada jalan kebenaran, ada juga kejadian yang lucu dan menarik, salah satunya adalah viralnya keinginan seorang siswa untuk kembali ke sekolah, sebab ia merasa orang tuanya sangat galak dalam mengajar, dan juga ia merasa orang tuanya tidak pantas menjadi gurunya dirumah. Lucu bukan? Yang biasanya kita tahu siswa-siswi itu terkenal dengan malas pergi ke sekolah, khususnya ketika mengetahui bahwa guru yang mengajar hari ini terkesan ‘killer’, sehingga banyak dari mereka yang memutuskan untuk membolos dengan berbagai alasan. Tapi untuk pertama kalinya seorang siswa merindukan sebuah pertemuan pembelajaran tatap muka dengan gurunya. Hal unik yang benar-benar jarang terjadi sebelum adanya pandemi Covid-19.
        Itulah berbagai kejadian-kejadian unik namun sarat akan makna saat pandemi Covid-19. Semua kejadian itu memberikan kita pelajaran yang sangat berarti, dimana kita melihat banyaknya orang yang berbondong-bondong menegakkan sholat dan bertaubat serta memohon perlindungan dari bahaya Covid-19. Selain itu kita juga diajarkan untuk menghargai setiap pertemuan dengan orang lain, baik itu guru, teman, dan bahkan orang tua kita sendiri yang mungkin tidak pernah kita tegur, tidak pernah kita sapa, karena kita sibuk dengan kegiatan kita di luar rumah.
            “Tetaplah dirumah! Sayangi diri kalian sendiri. Sabar dan yakinlah pandemi ini akan segera berakhir, sebab Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berada dalam kesusahan yang berkepanjangan.”

Daftar Pustaka:
1. Lidwina, Andrea. “Covid 19, Dari Wabah Menjadi Pandemi”. Diakses pada 1 April 2020,dari

https://katadata.co.id/infografik/2020/03/16/covid-19-dari-wabah-jadi-pandemi#


2. “Jadi Pandemi Global, Kenali Gejala Awal Covid 19”. Diakses pada 1 April 2020, dari

https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/13/075600565/jadi-pandemi-global-kenali-3-gejala-awal-covid-19


3. “Cerita Haru WNI Tertinggal di Wuhan Habiskan Hari di Tengah Ancaman Virus Corona”. Diakses pada 1 April 2020, dari

https://www.liputan6.com/news/read/4191495/cerita-haru-wni-tertinggal-di-wuhan-habiskan-hari-di-tengah-ancaman-virus-corona



	

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

CINTA TERTINGGI

Penulis : CanQalam Refleksi Buku Wajib Penuntut Ilmu yang Berjudul Hilyah Thalibil Ilmi. “Cinta tertinggi itu cinta Tuhan semesta Alam kepada seorang mukmin”. – Dr Bakr Abdullah dalam Hilyah Thalibil Ilmi. Begini analoginya, ketika seorang dicintai oleh seorang bos, maka yang bersangkutan akan mudah diperoleh, bahkan gerak-gerik orang tersebut pun […]

Subscribe US Now

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial