Keluarga, Akar Kehidupan

Oleh: Thufailah Mujahidah

Keluarga, mungkin kita memiliki definisi yang berbeda. Tapi tidak apa, setiap orang memiliki kisahnya masing-masing sehingga membentuk definisi tersebut, dan aku menghargai itu. Keluarga merupakan elemen paling dasar dalam lingkup yang lebih kecil daripada masyarakat, di mana kebaikan ataupun keburukan dapat dipupuk dari keluarga. Kalau dianalogikan dengan pohon, keluarga adalah akar kehidupan. Kok begitu? Iya, karena melalui keluarga, setiap anak manusia tumbuh. Walaupun seiring bertambahnya usia, ada beberapa faktor yang juga dapat mempengaruhi tumbuh-kembang seseorang, misalnya lingkungan, pengalaman, dan lainnya.

Dalam kehidupan ini, kita pasti akan melalui banyak hal. Merupakan hal yang baik apabila kita memilih jalan kebaikan dibandingkan keburukan. Sebab pada akhirnya, kita adalah yang bertanggung jawab atas segala yang kita jalani dan keputusan yang kita ambil. Maka dari itu, guna memberikan ‘bekal’ kepada setiap anak manusia sebelum terjun dalam kehidupan, maka kuatkan akarnya agar ia menjadi pribadi yang berpendirian dan berprinsip. Dan semua itu dapat dimulai dari keluarga.

Islam mengajarkan agar orang tua dapat menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya, sebab seorang anak juga akan mencontoh apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. ‘Amr bin Atabah dalam nasihatnya (sebagaimana dikutip oleh Umar Hasyim) menyatakan bahwa:

“Hendaklah tuntunan kebaikan yang pertama bagi anak-anakmu, dimulai dari perbaikan Anda terhadap diri Anda sendiri. Karena mata dan perhatian mereka selalu terikat pada Anda. Mereka menganggap baik segala yang Anda kerjakan, dan mereka menganggap jelek segala yang Anda jauhi.”

Maka dari itu, orang tua adalah turut berperan dalam membentuk bagaimana anak mereka di masa depan nanti. Di sisi lain, nilai-nilai agama juga perlu untuk ditanamkan kepada anak sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa. Rasulullah SAW sejatinya adalah role model bagi setiap manusia di mana beliau mengajarkan bagaimana cara menyayangi anak, seperti menciumnya, belas kasihan, lemah lembut, menahan amarah, dan memaafkan anak-anak. Dengan pemberian kasih sayang tersebut, maka diharapkan dapat mendukung tumbuh-kembang anak, sebab mereka adalah generasi emas bangsa. Al-Ghazali (sebagaimana dikemukakan oleh Masyhuda al-Mawwaz) menjelaskan:

“Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang suci tidak ubahnya mutiara mahal yang masih polos dan belum terukir apapun serta menerima dengan mudah segala model ukiran. Hatinya pun mudah terbawa dan mengikuti ke mana ia diarahkan. Karena itu jika anak dibiasakan dan diberi bimbingan akan kebaikan maka ia pasti tumbuh bersama kebaikan tersebut. Sebaliknya jika anak dikondisikan dengan suasana buruk serta dibiarkan tidak diberi pengarahan maka kelak anak pasti celaka dan sengsara. Tentu saja dosa akan membelit leher orang yang bertanggungjawab atasnya. Jagalah anak dengan memberikan bimbingan dan pemahaman tentang akhlak mulia.”

Cinta yang ditebarkan dalam keluarga, baik itu antara orang tua kepada anaknya, ataupun sebaliknya, maka diharapkan dapat terwujudnya keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, dan senantiasa diliputi oleh kebahagiaan. Pun juga Rasulullah SAW menjaga keharmonisan keluarga dan menganggap penting hal tersebut, sebab masyarakat yang baik dapat terbentuk dari keluarga yang baik, dan melalui keluarga tersebutlah ketahanan keluarga dapat terwujud untuk membangun peradaban Islam. Dengan ‘bekal’ yang cukup dan matang yang telah diterima oleh seorang anak dalam keluarga, maka hal tersebut dapat menguatkan si anak guna siap terjun ke dalam masyarakat dan menebarkan manfaat serta nilai-nilai keislaman.

Referensi:

Republika.co.id. (2017, July 26). Yuk, Tiru Cara Rasulullah Didik Keluarga dan Sahabat. https://republika.co.id/amp/otosy7313

Merdeka.com. (2020, March 7). 19 Cara Mendidik Anak Menurut Islam Sesuai Ajaran Nabi dan Alquran. https://m.merdeka.com/trending/19-cara-mendidik-anak-menurut-islam-sesuai-ajaran-nabi-dan-al-quran-kln.html

Republika.co.id. (2019, Feb 7). Teladan Rasulullah Soal Kasih Sayang kepada Anak-Anak. https://republika.co.id/berita/pmjgjd313/teladan-rasulullah-soal-kasih-sayang-kepada-anakanak

Yusron, Akhmad. 2018. Keluarga Islami Sebagai Basis Pendidikan Dasar Anak. MIDA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 1(1), 1-10. Retrieved from http://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/mida/article/view/602

Post Author: adminNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *