MADRASAH CINTA RAMADHAN

adminNN
0 0
Read Time:3 Minute, 4 Second

Oleh: Arif Muhammad

Ada sebuah rangkaian yang ingin Allah sampaikan dalam perintah diwajibkannya ibadah puasa. Singkatnya, Allah menjadikan ibadah yang ganjarannya hanya diketahui Yang Maha Tahu ini sebagai sebuah proses. Yang dalam keberlangsungan proses tersebut diperlukan input yang disebut iman, dan memiliki output yang dinamai taqwa. Bagaikan sebuah madrasah yang didalamnya ada santri-santri yang mendapatkan proses tarbiyah, agar kelak ketika para santri selesai melalui serangkaian proses tarbiyah yang ada, mereka bisa menjadi manusia berguna, membangun bangsa dengan taqwa.

Ramadhan, menjadi bulan pilihan Allah, meletakkan kewajiban ibadah puasa. “Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu (Ramadhan),” begitu Allah menyampaikan dalam firman-Nya, “maka berpuasalah.” Di bulan yang mulia, yang padanya Allah turunkan pula perkataan paling mulia. Maka Allah jadikan Ramadhan, bulan madrasah bagi para hamba-Nya, yang di dalamnya Allah limpahkan berkah, dan Dia curah-curahkan kasih dan cinta-Nya, hingga pintu surga tak kuasa terbuka dengan lebarnya.

“Hai orang-orang yang beriman..” Begitu Allah memanggil para peyakin sejati.

Imam Ibn Katsir memberikan penjelasan, “Firman Allah Ta’ala ini,” begitu penulis Tafsirul Qura’anil ‘Azhim menjelaskan, “ditunjukan kepada orang-orang yang beriman dari kalangan manusia.” maka, bagaimanakah seharusnya mereka para pemilik keyakinan sejati ini menyambut seruan Sang Pencipta?

Bagaimanakah kiranya, ketika kita, umat muslim Indonesia berada di negeri tetangga, kemudian dari pengeras suara di salah satu masjid yang ada, terdengar panggilan, “kepada seluruh warga muslim Indonesia, perhatian-perhatian..”. Tentunya akan ada keterpanggilan dalam jiwa, karena merasa bahwa kita merupakan bagian dari orang yang diseru dari pengeras suara.

Apatah lagi, ketika Allah yang memanggil khusus kepada para hamba yang mengimani-Nya. Adakah iman kita begejolak, saat Allah memanggil para hamba-Nya? Atau mungkin jiwa kita yang tak begitu peka, sampai-sampai ia menutupi iman dalam dada. Maka iman adalah bekal yang tak boleh alpa, karena ia yang akan memunculkan keterpanggilan dalam dada, ketersambutan dalam jiwa ketika Allah menyeru pemiliknya. Karena ia, merupakan bahan dari proses tarbiyah yang Allah anugerahkan untuk para hamba-Nya dalam Madrasah Cinta-Nya di Ramadhan yang mulia.

Apa yang terjadi jika sebuah personal computer tidak memiliki precessor? Sebagaimana personal computer yang memerlukan processor untuk mengontrol keberlangsungan program di dalamnya, seorang muslim juga memerlukan ilmu agar setiap ibadahnya dapat dijalankan dengan baik dan benar. Seperti yang disampaikan Imam Asy Sya’rawi, “…Sebab Allah tidaklah sudi, diibadahi dengan kobodohan jahili.” Maka ilmu amat diperlukan agar proses tarbiyah kita di Madrasah Cinta Ramadhan tidak hanya melelahkan tubuh sebab haus dan laparnya, namun menjadikan pelaksananya pribadi-pribadi penuh taqwa, hingga ia menggapai ampunan, rahmat dan cinta-Nya.

Dipenghujung, agaknya perlu kembali dipahami tentang output dari Madrasah Cinta Ramadhan. Taqwa, menjadi hal paling berharga, bukan hanya untuk menggapai surga-Nya setelah dunia sirna. Namun ia juga yang menjadikan pemiliknya termudahkan di dunia. Sebagaimana dalam firman-Nya ketika menjelaskan tentang si pemilik taqwa, “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…”. Lebih-lebih ketika si taqwa ini dikaruniai malam mulia yang nilainya jauh melebihi bulan lainnya, hatta sekalipun dikalikan seribu banyaknya, bertambah-tambahlah karunia yang didapatinya.

Maka sungguh merugi bagi mereka-mereka yang diberikan kesempatan memasuki Madrasah Cinta-Nya, namun tak sampai pada taqwa. Sebagaimana orang yang diperkenankan memasuki berangkas harta raksasa, diperkenankan mengambil isi di dalamnya, namun ia hanya terpesona akan keindahannya. Hanya orang-orang yang berbekal iman, berproses dengan ilmu, dan mengharap ridho-Nya, yang akan mendapat harta berharga, dengan balutan mesra cinta-Nya.

Semoga kita merupakan bagian dari Hamba-Nya yang berproses dengan ilmu dan iman, agar kelak keluar sebagai hamba-Nya yang taqwa lagi mulia, yang dengan itu kita dapatkan cinta-Nya, hingga kita bersama memasuki surga-Nya.

Selamat Menempuh Madrasah Cinta Ramadhan 1441 H.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

ALLAH MAHA BAIK, MENGHADIRKAN MENTORING DIKEHIDUPANKU

Oleh: Kolakramadhan34 Ukhuwah ini terlahir dalam proses yang terjal namun indah pada akhirnya. melingkar di bawah langit yang membentang luas dan beralas rumput yang terbentang menyelimuti bumi, terdapat lantunan firman Allah yang terdengar dari lingkaran itu, sholawat tak lupa membersamainya, Mentoring bagaikan kain yang tertenun dalam ruang nostalgia, sebagai tempat […]

Subscribe US Now

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial