Membangun Keluarga Dimulai dengan Do’a

Oleh: Firda Abdillah

Sebagai umat muslim yang baik, sepatutnya kita selalu berpedoman pada Al-Qur’an dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Begitu pun, dalam membangun keluarga. Dengan mengikuti hal yang dilakukan nabi-nabi kita dalam membina keluarga dan dengan beberapa penyesuaian sesuai perkembangan zaman saat ini, keluarga muslim bisa menjadi tonggak peradaban dunia. Kenapa? Karena, untuk menciptakan umat yang kuat, semua harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga itu sendiri.


Bagaimana dengan membangun keluarga? Apakah jika belum berpasangan sudah bisa mempersiapkannya? Jawabannya, ya tentu. Kita bisa memulai dari Q. S. Ibrahim (14): 40.


رَبِّ ٲ جْعَلْنِى مُقِيْمَ الصَّلَوٰةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِىۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ (٤٠)
Artinya: “Ya Rabku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rab kami, perkenankanlah doaku.” (40).


Ayat tersebut merupakan do’a Nabi Ibrahim kepada Allah agar kelak ia dan keturunannya tetap mendirikan shalat. Terlebih, Nabi Ibrahim menggunakan kata “min dzurriyyati” (sebagian dari keturunanku) karena Allah Ta’ala memberitahukan kepadanya, bahwa di antara mereka ada yang kafir, demikian menurut penyusun tafsir Al-Jalaalain.


Diharapkan dengan mengamalkan apa yang pernah Nabi Ibrahim lakukan, kita bisa mendapatkan keturunan yang mulia sehingga akan mudah untuk membentuk keluarga muslim yang membangun peradaban. Apalagi, Allah juga sudah menjelaskan kekuatan do’a dalam QS. Al Baqarah: 186.


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦)


“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (186).


Nah, bisa disimpulkan nih. Sembari kita sibuk memantaskan diri dengan terus mendekati Sang Maha Penyayang. Kita juga bisa menyelipkan do’a tersebut untuk akhirnya bisa menciptakan keluarga muslim kuat dan mampu menjadi tonggak pembangun peradaban.

Post Author: adminNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *