Peran Pemuda Islam Masa Kini

adminNN
0 0
Read Time:4 Minute, 45 Second

Oleh : Filzah Restu Alfriyani

“Pemuda adalah mesin penggerak perubahan dan peradaban di sebuah negara. Maka peran dan geraknya dinantikan bangsa. Semangat juangnya senantiasa untuk melangkah menuju kemenangan yang mulia dalam bingkai ahsanu amala” – Filzah.ra

Berbicara tentang pemuda yang identik dengan semangat dan idealisme yang membara. Tentu hadirnya tidak terlepas akan peran serta perjuangan untuk mewujudkan perbaikan suatu negara. Pemuda bak mesin yang menggerakan perubahan-perubahan yang hadirnya dinantikan bangsa. Demi merealisasikan cita-cita yang mulia dalam perjuangan menjemput ridho Sang Maha. Pemuda merupakan aset bangsa yang berharga dalam sepanjang momentum sejarah Indonesia. Maka di tangan pemuda, kebaikan dan kebermanfaatan itu lantang bersuara dan bergema dalam aksi nyata.

 Menurut Kyai Hasan Al Banna, As Syabab atau pemuda merupakan pilar kebangkitan umat, rahasia kekuatan dalam setiap kebangkitan, dan panji dari setiap pemikiran. Rasululullah SAW pun bersabda: ”Aku berpesan kepadamu supaya berbuat baik kepada golongan pemuda, sesungguhnya hati mereka paling lembut. Sesungguhnya Allah telah mengutusku membawa agama Hanif ini, lalu para pemuda bergabung denganku dan orang-orang tua menentangku.” (HR. Bukhari)

Betapa sebuah kesempatan yang tak ternilai harganya, diberi keisitimewaan oleh Allah sebagai seorang pemuda untuk menginvestasikan pahala dengan pelbagai peran yang diembannya. Memanfaatkan waktu muda dengan segudang pengalaman berharga. Mengisi masa-masa muda dengan menoreh prestasi atas segala versi potensi yang kita punya. Menjadikan waktu muda sebagai kesempatan mendedikasikan diri untuk berbagi dan mengabdi disepanjang nafas yang dianugerahi Sang Maha.

Maka, sebagai pemuda islam yang memiliki role model pemuda terbaik sepanjang masa. Pemuda yang langkah dan geraknya menggetarkan jiwa ketika membaca perjalanan juangnya. Seperti Muhammad Al Fatih, seorang pemuda islam yang lihai merancang strategi peperangan hingga konstatinopel atas izin Allah takluk ditangannya. Sa’ad Bin Abi Waqqash yang cerdas lagi cerdik sehingga mampu menundukkan persia pada massanya. Mush’ab bin Umair juga seorang pemuda yang menjadi Duta Pertama Islam di Madinah. Beliau berhasil membangun masyarakat Islam di sana. Beliau juga menjadi seorang guru pertama di Madinah dan semua peran itu dilakukan saat ia di usia muda. Meski kita tak bisa menjadi pemuda yang demikian, tapi kita bisa menciptakan panggung kebaikan dengan versi yang sesuai dengan zaman kekinian.

Namun, ketika kita membuka mata akan problema yang terjadi dikalangan anak muda. Terbawa arus zaman yang memang terus berkembang dari masa ke masa. Nilai-nilai islam yang terkikis dalam kehidupan dan tak lagi menjadi budaya. Semua menjadi tantangan bersama untuk mewujudkan manusia yang beradab sesungguhnya. Meski saat ini kita sudah dalam bingkai merdeka, bebas berkarya, dan menuangkan ide dalam ruang terbuka, namun nyatanya ada tugas bersama untuk bersinergi menjadi pemuda yang membawa perubahan demi kemaslahatan bangsa.

Maka seharusnya, inilah versi pemuda islam masa kini di zaman modernisasi  :

  1. Mendekatkan diri kepada Sang Maha.

Segala takdir dan rencana, tentu tak bisa kita elak dalam kehidupan dunia. Satu-satunya  cara agar kita sebagai pemuda tidak terbawa arus zaman, adalah terus berusaha mendekatkan diri kepada Sang Maha. Sebab hanya Allah-lah yang mampu membolak-balikkan hati setiap manusia. Maka kita adalah sesosok hamba yang lemah tanpa pendampingan dari-Nya. Kemajuan zaman bisa merusak siapa saja yang fanatik atas hadirnya. Tapi saat kita bertekad untuk berada dalam jalan yang diridhoi-Nya, maka Allah pasti akan senantiasa menjaga.

  • Pemuda yang haus akan ilmu.

Tidak menutup kemungkinkan, sebagai pemuda islam kita tidak bisa menutup mata atas kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu hal tersebut kita jadikan sebagai peluang untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Sebagai seorang pemuda, masa tersebut adalah masa untuk menambah dan mengasah intelektual serta potensi agar mampu memberi manfaat kepada manusia lainnya. Menambah wawasan dan pengalaman semata-mata untuk tabungan mendeklarasikan kebaikan.

  • Memahami makna toleransi dengan benar.

Di zaman ini, kita sering salah mengartikan makna toleransi yang sesungguhnya. Pemahaman kita akan toleransi masih terasa begitu compang-camping. Tanpa sadar, tentu toleransi yang tidak dilandaskan pada islam mampu mencampuraduk sebuah aqidah yang telah lama kita bina. Maka toleransi yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu berdamai dengan perbedaan, tidak melebur dalam keyakinan. Tapi saling menjaga dalam bingkai persatuan. Seperti dalam surat yang sangat popular Al-Kafirun ayat 6, “untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

  • Pemuda yang produktif.

Jangan jadi pemuda pengangguran, yang payah melawan kemalasan. Terkadang rasa malas itu memang sering mendominasi daripada kita bergerak dan berkreasi. Banyak sekali hal yang bisa menjadikan kita sebagai pemuda yang produktif. Memaksimalkan perkembangan zaman dan teknologi sebagai sarana untuk melejitkan kualitas diri. Menjadi pemuda produktif bisa dari menulis berbagai pengalaman kita dan di bagikan ke media sosial, mengikuti kajian atau seminar yang membuat pengetahuan kita bertambah, berorganisasi sebagai salah satu wadah mengembangkan kapasitas diri agar mampu bekerjasama dalam tim. Membaca buku yang kita sukai dengan membuat jadwal membaca, up to date dengan berita agar tidak ketinggalan informasi yang ada.

  • Pemuda  anti galau.

Di zaman milenial, sepertinya sudah tidak zaman jika menjadi pemuda yang sering galau. Saat ini sudah waktunya menjadi pemuda yang bangkit dan berusaha terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Alangkah sia-sianya sebuah waktu jika banyak terbuang sebab kita selalu melamuni dan membayangkan sesuatu yang tak pernah jadi kepastian.

  • Pemuda yang berdayaguna.

Sebagai pemuda, kita perlu untuk membangun diri menjadi pribadi yang berkualitas :

  • Membangun potensi/skill dalam diri
  • Membangun attitude dengan baik
  • Membangun pengetahuan untuk kebermanfaatan
  • Membangun impian dengan tindakan
  • Membangun relasi dalam lini kebaikan
  • Membangun peran diri sebagai pemuda sesuai dengan Al-Qur’an

Menjadi pemuda yang berdaya, artinya mampu berbagi dan bergerak dalam kebermanfaatan disetiap lini kehidupan yang dipilihnya. Menjadikan potensi yang dimiliki sebagai sarana untuk mengamalkan apa yang telah dimiliki. Pemuda yang berdayaguna.

Sejatinya, setiap dari kita Allah hadirkan keunikan dan potensi masing-masing. Maka bersyukurlah kita yang Allah anugerahkan untuk merasakan masa muda. Menjadikan masa-masa itu untuk menoreh prestasi kebaikan dan kebermanfaatan kepada sesama. Semoga kita bisa belajar bersama-sama untuk menjadi pemuda yang hadirnya membawa kebaikan dimanapun kita berada. Semangat 45 ! Semangat Pemuda !

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SERENADE DI MUSIM DINGIN [FRAGMEN 12]

Barangkali ini pertama kalinya Nina melihat deret-deret huruf bagai kumpulan belatung yang menggeliat. Kepalanya terasa pening berat. Matanya berkunang, ditambah rasa nyeri di perut bagian bawah. Tak tertahankan. Rasa sakit yang biasa dialami sebulan sekali bagi perempuan seusianya. Tapi rasa nyeri kali ini lebih dahsyat dari biasanya. Seperti ditusuk-tusuk atau […]

Subscribe US Now

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial