SEMUA TENTANG SENI

adminNN

Oleh: Nurul Isnaeni


Ini tentangmu dan tentangNya. Begitu melimpah pesan cintaNya yang dikirimkan ke dunia yang fana ini. Tentu tidak lain dan tidak bukan, pesanNya sebagai tour guide untuk menemanimu menjelajahi kehidupan ini yang nantinya dirimu tinggalkan. Namun, terkadang dirimu lupa, atau bahkan enggan untuk membuka surat cintaNya. Apakah betul dirimu yang menjauhiNya? Atau justru malah sebaliknya? Entahlah, sepertinya pertanyaan kedua ini membuat hatimu tersayat, bukan?

Surat cintaNya begitu tersusun dengan sangat apik. Pemilihan diksinya pun layaknya sastra tingkat tinggi. Pada akhirnya dirimu menemukan sense of interest, menjadikanmu selalu berusaha untuk membukanya. Perlahan namun pasti. Setiap lembarannya, halamannya, sampai pada tiap ayatNya mengandung banyak kebaikan bagi para pembacanya. BersamaNya, hatimu menjadi tenteram nan damai. BersamaNya, semakin memahami siapa jati dirimu sesungguhnya.

Bahkan, sesekali dirimu dapati dari surat cintaNya, layaknya teguran dan nasehat secara langsung yang dikirimkan untukmu di kondisi yang tepat dan terkadang membuatmu speechless. Ya, begitulah tingkat keromantisan yang tiada duanya. Hingga membuatmu menggantung harap, agar semakin merekah cinta kepadaNya. Dirimu pun semakin belajar memahami arti cinta sesungguhnya

Setiap yang bernyawa tentu memiliki cara tersendiri dalam mengelola hati. Terlebih dalam menata sebuah rasa yang tersimpan rapi penuh arti. Kini saatnya dirimu mengartikan cinta lebih luas, karena hatimu masih milikNya. Lelaki tauladan sepanjang masa, baginda Rasulullah SAW. telah menitipkan pesan, yang dengan hal itu membuat dirimu bermuhasabah. Sabdanya:“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu adalah hati.”(HR. Muslim)

Sang Maha Cinta telah membimbing dirimu melalui surat cintaNya. Begitu besar makna dari kata-kata. Dirimu pun mulai belajar dalam menata kata, agar hati dapat terjaga. Terlebih pada hati yang menerima setiap kata yang dirimu ucapkan dan tuliskan. Dirimu juga mulai memahami seni menjaga hati dan seni untuk bertindak. Semua tentang seni. Hingga akhirnya mengantarkanmu untuk berdinamika dengan proses yang ada, berusaha beradaptasi dengan segala kondisi, dan berjuang mengejar cintaNya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TWO IN ONE

Oleh: Indah Karunia “Hijrah jangan setengah-setengah, Agar Istiqomah, tidak terengah-engah. Karena yakinlah, Ujung lelah ini adalah Ridho Sang Maha Pemurah” Menengok bagaimana sejarah melukiskan seorang pemuda 3M (Muda, Menawan, Mapan). Beliaulah Mushab Bin Umair atau Mushab Al Khoir.  Terlahir dari keluarga yang kaya raya.  Namun kala itu, sebuah majelis di […]

Subscribe US Now

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial