SOSOK KARTINI DALAM DIRI SEORANG KAFIL YATIM: DESI PURWATUNING, BUNDA ANAK CILINCING (KISAH NYATA)

adminNN 2
0 0
Read Time:2 Minute, 22 Second

Oleh: A’am Ar Rosyad

Pada bulan ini, tepatnya tanggal 21 April, kita akan memperingati hari kelahiran sosok perempuan yang banyak menginspirasi perempuan Indonesia hingga saat ini.

Ibu Kartini berjasa besar terhadap sejarah pergerakan wanita di Indonesia. Sepeninggalan Raden Adjeng Kartini, mulai bermunculan wanita-wanita hebat yang menyokong terwujudnya kemerdekaan bangsa Indonesia. Ada banyak wanita hebat penerus Ibu Kartini. Salah seorang di antara wanita-wanita hebat tersebut ialah Desi Purwatuning yang dikenal sebagai “Bunda Anak Cilincing”.

Wanita kelahiran 18 Desember 1978 ini merupakan pendiri Rumah Belajar Merah Putih. Rumah Belajar Merah Putih adalah rumah belajar untuk anak yatim, piatu, dhuafa, dan anak berkebutuhan khusus (disabilitas). Bunda Desi telah menyulap kolong jembatan yang kumuh menjadi rumah belajar yang penuh keceriaan. Kisah Bunda Desi bermula ketika beliau mendapatkan vonis kanker kolon stadium dua pada tahun 2006, saat itu beliau sempat ketakutan dan hampir bunuh diri. Namun, terlintas dalam benak beliau, “Apa sih yang bisa Saya perbuat sebelum ajal menjemput Saya?”. Beliaupun memutuskan untuk mendirikan taman bacaan dan jasa les dimana pembayarannya menggunakan sampah plastik. Saat itu, ada seorang anak yang datang ke taman bacaan beliau untuk membaca buku namun anak itu memegang buku dengan posisi terbalik, kemudian bunda Desi menanyakan tempat tinggal anak itu yang ternyata tinggal di bawah kolong jembatan di daerah Cilincing. Ternyata daerah tersebut adalah daerah prostitusi yang tingkat kerawanannya tinggi. Bunda Desi pun berinisiatif untuk mengubah tempat yang penuh mudharat dan kemaksiatan tersebut menjadi Rumah Belajar Merah Putih.

Perjalanan Bunda Desi dalam membesarkan Rumah Belajar Merah Putih tidaklah mudah, banyak sekali ujian dan cobaan yang harus beliau hadapi mulai dari ancaman pembunuhan hingga ancaman penutupan rumah belajar tersebut. Namun, tekad beliau untuk mengubah tempat yang penuh kemudharatan itu menjadi rumah belajar penuh rahmat tidak pernah goyah karena beliau yakin bahwa seseorang yang berjihad di jalan Allah pasti akan diberikan pertolongan. Tidak hanya itu, cobaan terberat yang beliau rasakan adalah ketika suami beliau wafat sehingga membuat beliau harus mengurus Rumah Belajar Merah Putih tanpa didampingi sosok suami. Atas kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rumah Belajar Merah Putih bisa bertahan dan terus berkembang hingga saat ini. Menurut penuturan beliau, semenjak beliau menjadi kafil yatim, beliau merasakan ketenangan dalam hati dan selalu diselimuti keberkahan dalam hidupnya. Bunda Desi menganggap bahwa anak-anak yatim asuhannya adalah harta berharga yang akan beliau perjuangkan hingga ajal menjemput.

“Ketika satu batang lidi tidak bisa digunakan untuk menyapu, tapi seratus batang lidi yang menjadi satu ikatan bisa menyapu semua sampah. Ketika kita menyatukan visi misi, maka semua masalah dapat kita selesaikan. Marilah saudariku, para Kartini muda, mari kita bersama-sama membantu perjuangan dakwah Islam agar menjadi lebih baik lagi.” –Desi Purwatuning, Bunda Anak Cilincing.

“Jika tujuanmu adalah kemenangan, maka kau hanya akan mendapatkan kemenangan semu untuk dirimu sendiri. Namun, jika tujuanmu adalah kebermanfaatan, maka kau akan mendapatkan kemenangan hakiki untuk dirimu dan orang di sekitarmu.” –A’am Ar Rosyad.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

2 thoughts on “SOSOK KARTINI DALAM DIRI SEORANG KAFIL YATIM: DESI PURWATUNING, BUNDA ANAK CILINCING (KISAH NYATA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SISI LAIN PERJUANGAN KARTINI

Oleh: Tusmana Islam sebagai agama rahmatallil ‘aalamiin sudah mengatur begitu rapi tanpa cacat maupun belang sekalipun. Semua sendi kehidupan dan jiwa-jiwa yang telah Allah ciptakan telah diatur segala ketentuan atasnya; termasuk makhluk yang bernama “perempuan”. Ditegaskan dalam QS. Al-Maidah ayat 3, “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan […]

Subscribe US Now

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial